Banyak orang membayangkan semua daerah Jepang memiliki angka kelahiran negatif. Hal ini tidak benar! Mari melihat Tokunoshima yang sekarang dikenal sebagai daerah kelahiran tertinggi di Jepang!
Statistik Kelahiran di Tokunoshima Terlihat Sangat Positif
Saat banyak orang merasa Jepang tidak bisa menghasilkan banyak bayi, angka Tokunoshima membantah hal tersebut. Walaupun berada di pulau kecil jauh dari pusat Jepang, tempat ini mampu tumbuh mandiri dan bahkan terus mendorong angka kelahiran di Jepang.
Bagi yang tidak tahu, Tokunoshima adalah pulau di area Selatan Jepang. Ukuran pulaunya tidak terlalu besar juga, hanya sekitar 247,77 kilometer persegi. Walaupun tergolong berlokasi di pelosok Jepang, tempat ini bisa menjadi panutan daerah lain karena sukses memiliki angka kelahiran positif.
Dibandingkan tempat lainnya, Tokunoshima terlihat tidak menonjol, tetapi mereka bisa capai nilai Total Fertility Rate (TFR) 2,25. Angka kelahiran ini adalah yang tertinggi di Jepang dan mereka patut bangga soal pencapaian tersebut.
Apa yang Sebabkan Angka Kelahiran di Tokunoshima Bisa Tinggi?
Apa yang sebabkan angka kelahiran Takunoshima bisa tinggi? Di antara kamu pasti ada yang bertanya-tanya soal ini. Dari beberapa penyelidikan, ternyata pembeda utama adalah budaya yang berlaku di Tokunoshima sangat jauh dari standar hidup dipusat Jepang.
Tokunoshima terkenal sebagai tempat yang tenang dan tidak terlalu sibuk. Standar di sini berbeda jauh dengan hiruk pikuk mengejar materi seperti di Tokyo. Pekerjaan utama di sini hanya hal-hal tradisional seperti menjadi nelayan dan petani tebu.
Walaupun pekerjaan tidak kelas elit seperti di pusat Jepang, aspek ini tetap dihargai oleh masyarakat sana. Karena bekerja tradisional, mereka merasa tuntutan pekerjaan tidak terlalu mengekang seperti di kantoran Jepang.
Pekerjaan tradisional juga membantu masyarakat di sini untuk hidup lebih sosial dan fokus pada keluarga. Hal inilah yang mendorong satu rumah tangga bisa memiliki 3 sampai 6 orang anak.
Di lingkungan Takunoshima, pandangan menikah dan punya anak adalah beban belum muncul. Mereka masih memandang punya anak banyak adalah anugerah. Mendidik dan mengurus anak hingga besar adalah kebanggaan tersendiri bagi orang tua di Takunoshima.
Hasilnya, kebanyakan anak di Takunoshima bisa hidup lebih nyaman dan tidak tertetakan akan tuntutan prestasi ataupun target sekolah tertentu. Kebanyakan anak di sini lebih fokus diberi pelajaran soal skill kehidupan.
Para anak-anak ini juga diajarkan bagaimana nantinya menggantikan peran pekerjaan orang tua sebagai nelayan ataupun petani tebu. Maka dari itu, interaksi orang tua anak di sini masih kuat dibandingkan daerah perkotaan Jepang.
Faktor lain yang membuat Takunoshima mampu hasilkan angka kelahiran bayi di Jepang tertinggi adalah kondisi komunitas yang masih dekat. Berbeda dengan kehidupan kota yang sering individualistik, warga di Takunoshima terasa seperti keluarga besar.
Tetangga masih sering berkunjung dan membantu satu sama lain. Misal saja saat ada keluarga yang akan melahirkan, para tetangga pasti mau membantu menjaga si bayi sambil sang ibu recovery. Hal ini membantu suami yang jadinya bisa fokus kerja tanpa takut si bayi dan sang ibu tidak ada yang jaga.
Budaya Takunoshima juga lebih terbuka akan relasi. Saat ada yang hamil di luar nikah, mereka tetap terima kondisi ini dengan baik. Nanti, pasangan yang memiliki anak di luar nikah ini akan segera dinikahkan dan dibantu menjadi keluarga baru.
Sekalipun nantinya cerai, masyarakat Takunoshima tetap menerima kondisi mereka dengan positif. Relasi seperti ini tidak meninggalkan stigma dan aib bagi para pasangan. Hasilnya, kehidupan sosial di Takunoshima lebih harmonis dibandingkan tempat lain di Jepang.
Pelajaran yang Dapat Diambil dari Situasi Demografi di Tokunoshima
Untuk atasi krisis tenaga kerja di Jepang, banyak pelajaran harus diambil dari kehidupan di Takunoshima. Pelajaran yang paling utama adalah membuat kondisi sosial yang ramah terhadap keluarga dan bayi.
Kehidupan Takunoshima berpusat pada kesejahteraan bersama dan kedekatan sosial. Hal ini hanya akan terjadi jika perspektif kehidupan tidak sekedar mengejar materi. Di perkotaan Jepang, semua lebih hidup individu dan memandang relasi sebagai transaksi bisnis. Hal ini membuat kondisi sosial lebih berat materi.
Kebanyakan orang kota Jepang tidak mau keluar rumah atau bahkan saling hubungan dengan tetangga jika tidak karena kewajiban tertentu. Hal ini sangat berbeda dengan kehidupan Takunoshima yang lebih fokus soal kebersamaan.
Jika pemerintah bisa buat kondisi sosial yang tidak berbasis materi dan lebih pada kedekatan sosial yang nyaman bagi semua pihak, dijamin angka kelahiran Jepang bisa naik tinggi.
Sementara Jepang memperbaiki kondisi kelahiran di sana. WNI banyak yang antusias mengisi lapangan kerja. Kamu juga mau kerja ke Jepang kah?
Kredit Gambar: Wikipedia





