Jepang kembali jadi salah satu tujuan wisata paling populer di dunia. Setelah pandemi berakhir, jumlah turis asing yang datang ke Jepang melonjak drastis dan membuat banyak kota wisata seperti Kyoto dan Tokyo semakin ramai.
Karena itulah pemerintah Jepang mulai membahas aturan dual pricing di Jepang, yaitu sistem harga berbeda antara wisatawan asing dan warga lokal. Menariknya, aturan ini bisa berdampak berbeda bagi orang asing yang hanya berwisata dibanding mereka yang tinggal dan bekerja di Jepang.
Lalu sebenarnya seperti apa aturan ini, dan apakah pekerja Indonesia juga harus membayar harga wisatawan di Jepang yang lebih mahal?
Penjelasan Soal Aturan Dual Pricing di Jepang yang Akan Ditentukan
Pemerintah Jepang melalui Japan Tourism Agency sedang menyiapkan pedoman resmi terkait penerapan aturan dual pricing di Jepang. Pedoman ini nantinya akan menjadi panduan bagi pengelola tempat wisata jika ingin menerapkan sistem harga yang berbeda.
Tujuan utamanya adalah untuk membantu mengatasi masalah overtourism atau terlalu banyak wisatawan di satu tempat. Beberapa destinasi populer mengalami lonjakan pengunjung sehingga biaya perawatan fasilitas menjadi semakin besar.
Dengan adanya harga khusus turis asing di Jepang, pemerintah berharap tempat wisata bisa mendapatkan tambahan dana untuk pemeliharaan fasilitas, pengelolaan pengunjung, dan menjaga kenyamanan warga lokal.
Namun, pedoman ini masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah Jepang juga ingin memastikan kebijakan ini tetap transparan dan tidak menimbulkan kesan diskriminasi terhadap wisatawan asing.
Penjelasan Apa Sebenarnya Dual Pricing Itu
Secara sederhana, dual pricing adalah sistem harga berbeda untuk dua kelompok pengunjung. Biasanya perbedaan harga ini diterapkan antara warga lokal dan wisatawan asing.
Beberapa negara wisata di Asia Tenggara sebenarnya sudah lama menggunakan sistem ini. Wisatawan asing sering membayar tiket lebih mahal dibanding warga lokal.
Jika diterapkan di Jepang, harga wisatawan di Jepang di beberapa tempat wisata kemungkinan akan sedikit lebih mahal dibanding harga untuk penduduk lokal.
Perbedaannya biasanya tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membantu biaya pengelolaan tempat wisata yang semakin ramai.
Perbedaan Warga Asing sebagai Turis dan Residen di Jepang
Hal penting yang perlu dipahami adalah tidak semua orang asing di Jepang dianggap turis.
Orang asing di Jepang biasanya dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu:
- wisatawan asing (tourist)
- orang asing yang tinggal di Jepang (resident)
Wisatawan biasanya datang menggunakan visa turis dan hanya tinggal dalam waktu singkat. Mereka kemungkinan akan dikenakan harga khusus turis asing di Jepang jika aturan dual pricing benar-benar diterapkan.
Sebaliknya, orang asing yang tinggal di Jepang dengan visa kerja, visa pelajar, atau program magang biasanya memiliki Residence Card (Zairyu Card).
Jika bisa menunjukkan kartu ini, mereka biasanya diperlakukan seperti penduduk lokal, termasuk dalam hal harga wisatawan di Jepang di beberapa fasilitas.
Dampak Pemberlakuan Aturan Dual Pricing ke Pekerja Indonesia
Bagi pekerja Indonesia yang tinggal di Jepang, aturan ini justru bisa menjadi kabar baik.
Jika kamu bekerja di Jepang melalui program magang, SSW, atau jalur kerja lainnya, kamu termasuk kategori resident, bukan turis.
Artinya saat berkunjung ke tempat wisata, kemungkinan besar kamu tetap mendapatkan harga lokal, bukan harga khusus turis asing di Jepang.
Dengan kata lain, orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Jepang bisa menikmati berbagai tempat wisata dengan biaya lebih murah dibanding wisatawan yang datang dari luar negeri.
Tentunya syaratnya sederhana: kamu hanya perlu menunjukkan kartu residence saat membeli tiket.
Mau Liburan di Jepang? Sekalian Kerja Magang Aja di Sana!
Banyak anak muda Indonesia bermimpi liburan ke Jepang. Tapi kalau dipikir-pikir, biaya liburan ke Jepang memang tidak murah. Karena itu, beberapa orang justru memilih cara lain, yaitu kerja sambil menikmati kehidupan di Jepang.
Melalui program magang atau kerja di Jepang, kamu tidak hanya mendapatkan penghasilan dan pengalaman kerja internasional, tetapi juga kesempatan menjelajahi berbagai kota wisata.
Kalau aturan dual pricing di Jepang benar-benar diterapkan, pekerja asing bisa dapat keuntungan lebih besar. Makanya, coba kerja di Jepang saja untuk menikmati benefit aturan dual pricing di Jepang yang baru ini!





