🌐

PT Saitama Juara Mendunia

Pengangguran Pendidikan Tinggi Indonesia Meningkat, Emang Pasnya Langsung Magang Jepang Aja!

Pengangguran Pendidikan Tinggi Indonesia Meningkat, Emang Pasnya Langsung Magang Jepang Aja!

Gak nyangka Indonesia punya masalah pengangguran pendidikan tinggi. Apa ini maksudnya? Artinya orang yang sudah kuliah sampai S2 dan S3 tapi tidak kunjung dapat kerja dan akhirnya tidak terserap tenagaknya.

Hal ini diketahui dari laporan LPEM FEB UI pada acara Labor Market Brief yang mengolah data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa terdapat lebih dari 6.000 lulusan S2 dan S3 yang tidak bekerja dan sudah berhenti aktif mencari pekerjaan karena merasa peluangnya sangat kecil. Kelompok ini dikategorikan sebagai discouraged workers, bukan pengangguran terbuka dalam definisi resmi.

Ini jelas jadi tanda bahaya pengangguran lama karena tidak sesuai dengan kondisi pasar. Fenomena ini mempertegas bahwa pendidikan tinggi tidak otomatis menjamin terserapnya tenaga kerja.

Salah satu faktor fenomena ini adalah skill mismatch. Kondisi dimana terjadi ketidaksesuaian antara keahlian lulusan pascasarjana dengan kebutuhan nyata industri pasti hasilkan pengangguran. Banyak lulusan S2–S3 memiliki latar akademik atau teoritis yang kuat, sementara pasar kerja Indonesia masih didominasi sektor yang membutuhkan keterampilan praktis dan teknis.

Kamu bisa cek kondisi pasar tenaga kerja Indonesia yang cari orang dengan pengalaman kerja tinggi. Kalau lulusan baru, mereka pasti diremehkan walaupun punya status lulusan S2 ataupun S3.

Masalah lain yang sering muncul adalah overqualification. Sejumlah perusahaan enggan merekrut lulusan bergelar tinggi untuk posisi entry-level karena dianggap terlalu mahal, berpotensi cepat keluar, atau tidak fleksibel. Akibatnya, lulusan S2–S3 berada di posisi “serba salah” pada lapangan kerja Indonesia. Mereka terlalu tinggi untuk posisi junior, tetapi belum cukup pengalaman untuk posisi senior.

Kondisi pengangguran pendidikan tinggi ini tidak akan terjadi jika sejak muda, golongan ini tidak sekedar mengejar studi tapi cari opsi kerja juga. Contoh saja cari pengalaman kerja dengan berangkat ke Jepang. Pulang untuk buka usaha sambil kuliah.

Anak SMK dan SMA yang langsung terjun ke opsi kerja magang ke Jepang jalur IM Japan lebih beruntung. Sedikit sekali orang yang pulang dari program magang kerja ke Jepang pemerintah ini jadi menganggur.

Mengorbankan diri untuk cari pendidikan tinggi tentu tidak masalah, tapi harus pastikan realistis. Di Indonesia, lowongan kerja di negeri ini masih kurang apresiasi orang pintar. Kalau mau sukses, ya coba cari lapangan kerja di luar negeri dengan kualifikasi pendidikan teori tinggi.

Daripada terjerat bahaya pengangguran terlalu lama, coba ambil keputusan kerja luar negeri. Dari lulusan SMA sampai lulusan S3 bisa dapat kerjaan kok di Jepang.

Selalu ingat kondisi lapangan kerja Jepang yang kritis tenaga kerja. Dibanding harus tunggu kondisi pasar tenaga kerja Indonesia membaik, lebih baik persiapkan diri untuk ke Jepang.

Banyak belajar bahasa Jepang mulai dari sekarang. Hindari jadi pengangguran pendidikan tinggi yang serba salah di Indonesia! Ambil kebutuhan kerja yang tepat dan menghasilkan. Bagi kamu yang masih muda di umur 18-24, pertimbangkan baik lagi langkah pendidikan dan kerja kamu ya!

Kredit Gambar: Vitaly Gariev/Unsplash