Tahukah kamu bahwa Jepang kini menghadapi krisis demensia besar-besaran? Katanya, hampir 30% penduduknya berusia 65 tahun ke atas, dan jumlah kasus demensia di golongan ini meningkat tajam.
Berdasarkan data yang tersedia, masalah demensia di Jepang telah tercatat lebih dari 18.000 lansia. Para penderita ada yang mengalami masalah dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang tersesat dan tidak kembali ke rumah, ada yang bahkan sampai sekarang menghilang tanpa jejak.
Sangat disayangkan jika hal seperti ini terus berlanjut. Makanya, sebagai solusi krisis demensia di Jepang, pemerintah menarget dua solusi.
Pertama adalah membantu atasi masalah lansia dengan teknologi seperti:
- penggunaan GPS dan sistem pelacak bagi para pengidap demensia
- Penggunaan AI untuk analisa kebiasaan dan rutinitas lansia untuk deteksi gejala demensia lebih dini
- Penggunaan robot pendamping yang dirancang untuk bantu berbagai kegiatan lansia.
Selain solusi teknologi, solusi pekerja sosial yang berperan juga diajukan. Makanya, pihak Jepang terus rekrut pekerja asing untuk isi kebutuhan perawat lansia (kaigo). Kebutuhan pekerja kaigo di Jepang dan gaji-nya makin kompetitif.
Teknologi perawatan lansia di Jepang yang dikombinasi tenaga khusus kaigo, dapat menjadi solusi perawatan yang tepat.
Diharapkan, supply pekerja kaigo yang cukup dengan teknologi yang lebih maju dapat hasilkan pelayanan kualitas tinggi bagi para lansia di Jepang. Di era penambahan jumlah generasi tua di Jepang, hal speerti ini harus dikembangkan bagi.
Kalau kamu mau membantu pihak Jepang, coba kerja jadi Kaigo aja di sana! Kerja kaigo berikan kesempatan dapat gaji besar dan juga jalur karir yang lebih cerah daripada di Indonesia. Gimana? Apakah kamu tertarik?
Kredit Gambar: Alex Boyd/Unsplash





