🌐

PT Saitama Juara Mendunia

Pakai 5 Cara Ini Demi Jaga Kesehatan Selama Magang di Jepang, Gak Mau Kan Di Sana Malah Sakit?

Pakai 5 Cara Ini Demi Jaga Kesehatan Selama Magang di Jepang, Gak Mau Kan Di Sana Malah Sakit?

Demi lancar bekerja magang di Jepang, kamu harus pastikan selalu sehat. Di Jepang itu beda situasi iklimnya dengan Indonesia, makanya kamu mudah sakit di sana. Untuk memastikan kamu selalu fit untuk kerja, coba gunakan 5 cara yang dijelaskan berikut ini!

1. Coba Implementasikan Kebiasaan Hidup Sehat Selama di Jepang

Bekerja di Jepang lebih lama jam kerja-nya dibanding Indonesia pada umumnya. Kamu harus perhitungkan jam kerja dengan lembur juga di sini. Nah, karena makan waktu kerja lebih lama, waktu aktivitas lain kamu akan terpangkas.

Kurang waktu dapat mengurangi waktu untuk olahraga dan istirahat. Kamu harus bisa lakukan managemen waktu dengan restriksi aktivitas tersebut agar tetap bisa sehat. Pastikan kamu coba hidup lebih sehat walaupun terbatas juga soal kegiatan di luar kerja.

Misal saja, luangkan hari minggu untuk olahraga ke gym. Kebiasaan hidup sehat harus bisa seimbang antara jam tidur, olahraga rutin dan makan tepat waktu. Pastikan juga kamu memilih menu makan bergizi untuk memastikan imunitas tubuh selalu kuat jaga kesehatan.

2. Jangan Keseringan Makan Hidangan Berlemak di Jepang

Di Jepang banyak makanan enak, tapi rata-rata makanan enak ini memiliki kandungan lemak tinggi. Contoh saja ramen. Hidangan khas Jepang ini mengandung lemak tinggi dari kaldu dan lauk daging topingnya.

Coba saja makanan yang lebih sehat dan terdiri dari sayur dan buah. Sekali-kali makan yang berlemak tentut tidak masalah. Selama bisa seimbangkan asupan makanan dengan gizi seimbang, silahkan makan-makan kuliner Jepang yang enak selama kerja di sana!

3. Hati-Hati Kebanyakan Minuman Kemasan di Jepang

Vending machine di Jepang banyak yang jual minuman kemasan. Minuman ini bisa jadi penyelamat orang kantoran yang tidak mau bawa minum sendiri dari rumah. Pilihan minuman kemasan banyak yang enak, tetapi kamu jangan terlalu bergantung pada minuman itu.

Minuman kemasan mengandung banyak pengawet dan terkadang mengandung kadar gula tinggi. Jika terlalu banyak konsumsi minuman kemasan, kamu sendiri yang rugi karena bisa merusak tubuh.

Lebih baik beli minuman di tempat makan atau sekedar beli air mineral saja. Selebihnya, jangan terlalu sering. Apalagi jika beli soda, minuman energi dan kopi kemasan, lebih baik kurangi saja konsumsinya!

4. Konsumsi Supplement untuk Penambah Nutrisi

Saat sibuk kerja magang, kamu mungkin tidak bisa makan seimbang. Nah, di Jepang ada banyak toko supplement yang bisa digunakan untuk membantu. Biasanya, orang yang magang di Jepang sering kekurangan konsumsi vitamin A, B dan D. Jadi coba beli supplement tambahan untuk nutrisi tersebut.

Selain itu, kamu bisa lengkapi kebutuhan tubuh lain yang terasa kurang. Contoh saja supplement zat besi dan kalsium yang terasa kurang bisa dilengkapi dengan konsumsi supplement tersebut di Jepang.

5. Pastikan Akses Mudah ke Layanan Kesehatan

Agar selalu lancar dalam bekerja, kamu lebih baik rutin check kesehatan. Agar mudah check-up kesehatan rutin, kamu harus pastikan mendapatkan akses mudah ke fasilitas kesehatan.

Minimal klinik kecil jika kamu ada di pedalaman Jepang. Akses seperti ini memerlukan kendaraan juga. Kamu lebih baik punya kendaraan pribadi agar lebih bebas check-up kesehatan ini.

Jika kesulitan cari SIM di Jepang, coba beli sepeda saja. Menggunakan sepeda kamu tidak hanya olahraga tapi dapat kendaraan pribadi untuk mudak akses layanan kesehatan Jepang.

Kredit Gambar: Lala Azizli/Unsplash

Bagaimana Potensi Jepang Untuk Kerja di 2026? Faktanya Wajib Kamu Pahami!

Bagaimana Potensi Jepang Untuk Kerja di 2026? Faktanya Wajib Kamu Pahami!

Banyak yang penasaran soal potensi Jepang untuk kerja di 2026. Kabarnya, ekonomi negara ini membaik di 2025. Namun, ada juga yang bilang kondisi kesejahteraan di sana malah turun. Perspektif mana yang benar?

Dari banyak pemberitaan, diketahui bahwa ekonomi Jepang sedang bergerak ke fase baru. Pergerakan ini bukan ledakan yang besar, melainkan pergerakan positif tanda pemulihan perlahan dan stabil. Kondisi ekonomi Jepang yang stagnan setelah masa Covid mulai menunjukan titik terang di tahun 2025.

Semua indikator ekonomi memberi sinyal bahwa Jepang tidak lagi sekadar bertahan, tapi mulai menata ulang fondasi ekonominya. Pemulihan ini datang bersamaan dengan masalah lama Jepang yang belum terpecahka yaitu: krisis tenaga kerja.

Populasi menua dan penyusutan individu usia produktif masih menjadi hantu bagi perkembangan Jepang. Ketika ekonomi mulai bergerak, perusahaan justru kesulitan mencari orang untuk bekerja. Di sektor-sektor penting, tenaga lokal tidak cukup untuk menutup kebutuhan produksi. Hasilnya, Jepang terus mencari pekerja asing yang banyak beberapa tahun terakhir.

Selain cari pekerja asing, Jepang juga ingin menyejahterakan masyarakatnya secara riil. Hal ini dilakukan dengan program kenaikan upah. Meski tidak melonjak drastis, arah kebijakannya jelas membantu stimulasi kenaikan gaji minimal.

Jepang ingin menciptakan siklus ekonomi yang sehat dengan dasar upah naik, konsumsi ikut naik, lalu ekonomi bergerak lancar. Dalam situasi ekonomi seperti itu, perusahaan cenderung lebih stabil dan berani membuka lowongan kerja baru.

Faktor perdagangan internasional di Jepang juga membaik. Ekspor yang kembali tumbuh juga akan memperkuat kebutuhan tenaga kerja. Permintaan pasar dari luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Eropa, mendorong sektor otomotif dan mesin kembali sibuk.

Saat ekspor naik beberapa bulan berturut-turut, perusahaan akan membutuhkan pekerja yang konsisten. Hal ini dapat menjadi pendorong lebih terbuka-nya lapangan kerja.

Bagi orang Indonesia, peluang ini terasa relevan. Jepang menawarkan gaji yang relatif tinggi, sistem kerja yang jelas, dan tingkat keamanan yang baik. Selama bisa memenuhi syarat bahasa, skill spesifik, dan kesiapan kerja yang tepat, kamu bisa mudah kerja ke Jepang kok!

Sebagai opsi kerja, jalur magang bisa menjadi pilihan pertama. Program magang Jepang dikenal memiliki syarat yang lebih ringan dan fokus pada keterampilan praktis. Lulusan SMA atau SMK pun punya peluang masuk. Konsep belajar sambil bekerja membuat jalur ini terasa lebih realistis bagi pemula yang belum punya pengalaman internasional.

Dalam kondisi ekonomi Jepang yang mulai stabil, magang bisa jadi jalur kerja terbaik bagi warga Indonesia. Banyak perusahaan melihat pemagang sebagai bagian penting dari tenaga kerja mereka. Ketika kekurangan pekerja semakin nyata, pemagang justru menjadi aset yang dipertahankan dan dilatih lebih serius.

Khusus program magang, kabarnya di tahun 2027 akan mengalami perubahan. Jepang sudah memperkenalkan Ikusei Shuro, sistem baru yang menggantikan mekanisme lama yang sering dikritik negara lain. Tujuannya program baru ini adalah membuat pekerja asing diperlakukan lebih adil dan status kerjanya lebih jelas.

Pada dasarnya Ikusei Shuro memiliki inti sari program magang. Jadi, program ini masih akan melatih dan membimbing pekerja asing. Bedanya, peserta Ikusei Shuro menempatkan peserta sebagai tenaga kerja yang benar-benar diakui.

Program ini akan mengangkat upah peserta mendekati standar pekerja Jepang. Selain itu ada perlindungan kerja yang diperkuat, dan posisi pemagang tidak lagi lemah di hadapan perusahaan. Ini perubahan besar dibanding sistem lama.

Keuntungan lain dari Ikusei Shuro adalah jalur karier yang lebih masuk akal. Setelah menyelesaikan periode tertentu, peserta memiliki peluang lebih besar untuk naik ke status kerja yang lebih stabil. Artinya, magang bisa menjadi pintu masuk jangka panjang, bukan hanya pengalaman sementara.

Bagi pemagang asing, sistem ini juga memberi rasa aman. Mobilitas kerja dibuat lebih fleksibel dalam kondisi tertentu. Jika terjadi masalah serius, peluang untuk berpindah tempat kerja tidak lagi sesulit sebelumnya. Beda dengan program magang Jepang yang sekarang terikat selama 3 tahun di satu perusahaan.

Jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi yang membaik, reformasi program magang ini masuk akal. Jepang butuh tenaga kerja dalam jangka menengah dan panjang. Sistem yang terlalu menekan justru membuat pekerja asing enggan bertahan. Dengan Ikusei Shuro, Jepang berusaha menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Walaupun direncanakan untuk 2027, proses transisi pasti muncul di 2026. Makanya, kamu yang ingin kerja ke Jepang pasti sudah merasakan berbagai perubahan dan benefit dari perubahan ini. Tidak hanya merasakan perbaikan ekonomi dengan kenaikan gaji, tapi juga birokrasi kerja magang yang lebih baik!

Dari penjelasan di atas, kamu tidak perlu ragukan lagi potensi Jepang untuk kerja di 2026. Mulai persiapkan diri kamu dari sekarang agar bisa kerja ke Jepang tahun depan!

Kredit Gambar: Jezael Melgoza/Unsplash