🌐

PT Saitama Juara Mendunia

Model Pendidikan Wirausaha di Jepang Bisa Jadi Obat Membuka Lapangan Kerja di Indonesia

Model Pendidikan Wirausaha di Jepang Bisa Jadi Obat Membuka Lapangan Kerja di Indonesia

Tahukah kamu kalau ada pendidikan wirausaha di Jepang yang wajib untuk siswa setara SMA? Hal inilah yang membuat pendidikan di Jepang sering dipandang lebih bagus dari Indonesia. Di sana, kamu sudah disiapkan untuk tidak bergantung hanya jadi karyawan, tapi membuat lapangan kerja sendiri sejak dini!

Cara sekolah di Jepang menanamkan pembelajaran wirausaha sejak SMA tidak sekedar teori semata, tapi juga pengalaman yata. Praktek ini dilakukan di lingkungan yang aman, jadi para siswa bisa merasakan kegagalan dan belajar dari pengalaman tersebut!

Mau contoh yang lebih nyata? Kamu bisa ambil model pembelajaran dari Yanagawa High School di Prefektur Fukuoka. Sekolah ini menggandeng jaringan ramen ternama Ippudo untuk menghadirkan program pembelajaran berbasis start-up experience bagi siswanya.

Sekolah Jepang Membuat Kelas Sebagai Ruang Eksperimen dan Berbagai Pengalaman

Proses pendidikan wirausaha di Jepang berbeda-beda, tapi memiliki inti yang mirip. Kalau melihat dari sekolah Yanagawa High School prosesnya lebih ke banyak praktek dan hanya memberikan teori konsep bisnis secara minimalis.

Dalam kelas wirausaha di Jepang itu, kamu akan temukan pendidikan seputar:

  • Kerjasama membuat proyek dengan tim kecil
  • Membuat rancangan konsep perusahaan rintisan atau startup
  • Merancang produk, dalam hal ini soal ramen dari Ippudo
  • Memikirkan proses pemasaran produk
  • Merancang bagaimana operasional ramen akan diproduksi dan disuguhkan ke konsumen
  • Praktek jual langsung ke masyarakat sekitar sekolah

Guru di Yanagawa High School dan perwakilan dari Ippudo hanya bertugas sebagai mentor. Mereka tidak menyebutkan salah benar saat memantau anak, melainkan menanyakan apa yang dilakukan, tantangan yang bisa dihadapi dan bagaimana si anak berproses dalam kelas wirausaha tersebut.

Point penting yang dinilai dari siswa bukan hanya hasil akhir, tetapi proses berpikir, kerja sama tim, dan cara siswa merespons kegagalan. Pendekatan ini menunjukkan satu filosofi penting dalam pendidikan Jepang modern, yaitu sekolah adalah tempat paling aman untuk mencoba, salah, lalu belajar.

Mengapa Model Ini Bisa Berpeluang Bagus Untuk Indonesia secara Pendidikan?

Keunggulan utama model Jepang terletak pada keseriusan menghubungkan sekolah dengan realitas sosial dan ekonomi di lapangan. Pembelajaran wirausaha tidak berdiri sebagai mata pelajaran abstrak, melainkan pengalaman mencoba! Pada akhirnya, praktek langsung ini mengasah kemampuan komunikasi, logika, kreativitas, dan tanggung jawab.

Tentu saja teori dan ilmu bisnis diperlukan, tetapi lebih penting untuk membuat si anak mencoba. Konsep pemberian teori hanya seperti memberi resource berupa buku, video pembelajaran dan juga petunjuk. Sisanya, para siswa Jepang diharapkan memecahkan masalah bisnis ini secara mandiri.

Bagi siswa Jepang, pengalaman ini membentuk:

  • keberanian mengambil keputusan
  • kemampuan memecahkan masalah nyata
  • serta rasa kepemilikan terhadap proses belajar

Di Indonesia, pembelajaran seperti ini masih kurang. Jika ada, pendidikannya hanya sebagai teori saja. Contoh saja pendidikan ekonomi dan akutansi hanya sekedar konsep. Padahal, kalau diubah menjadi praktek membuka bisnis dan mengelola-nya dalam setting pendidikan, pasti lebih berkesan.

Di Indonesia yang kebanjiran pekerja tapi kurang lapangan pekerjaan pasti butuh program seperti ini. Membuka lapangan kerja baru dapat menjadi solusi pengangguran yang sekarang menyebar di negara Indonesia!

Bagaimana Peluang Adaptasi Pendidikan Kewirausahaan Jepang di Indonesia?

Jika melihat konteks Indonesia, pembelajaran kewirausahaan di SMA dan SMK sebenarnya sudah ada, namun masih memiliki ruang untuk diperkaya. Pendekatannya sering kali lebih teoritis dan belum sepenuhnya memberi ruang praktik jangka panjang.

Di sinilah model Jepang bisa menjadi inspirasi, bukan untuk ditiru mentah-mentah, melainkan disesuaikan. Misalnya:

  • Proyek bisnis siswa berbasis potensi lokal
  • Kolaborasi dengan UMKM sekitar sekolah
  • Penilaian yang menekankan proses, bukan hanya hasil

Dengan pendekatan seperti ini, sekolah dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan kehidupan nyata, tanpa kehilangan fungsi akademiknya.

Meningkatkan Peluang Buka Usaha Siswa Indonesia

Pembelajaran wirausaha di Jepang menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai ujian, tetapi dari seberapa siap siswa menghadapi ketidakpastian dunia nyata. Bila mengikuti pelatihan dan pendidikan model ini, peluang siswa jadi pengusaha makin besar.

Untuk naikan peluangnya tersebut, program IM Japan bisa dipilih. Setelah siswa lulus SMA/SMK, program magang pemerintah ini dapat mengirim mereka ke Jepang. Program ini dapat membantu dalam proses mengenal budaya Jepang, belajar model bisnis di sana dan merasakan pengalaman kerja di luar negeri.

Saat pulang, IM Japan juga menyediakan tunjangan modal usaha sebesar 50-100 juta Rupiah. Menggunakan ilmu dari praktek di sekolah, pelatihan skill kerja di Jepang dan modal dari IM Japan, jelas besar kemungkinan anak muda Indonesia tersebut jadi pebisnis yang sukses!

Semoga info pendidikan wirausaha di Jepang ini bisa dicontoh oleh lembaga pendidikan di Indonesia. Bila sukses, masalah pengangguran di Indonesia bisa berkurang banyak!

Kredit Gambar: Yanhao Fang/Unsplash