Berita soal bangunan printer 3D di Jepang sempat viral. Hal ini berkat pembangunan ulang Stasiun Hatsushima di Prefektur Wakayama. Proyek stasiun ini bisa selesai dalam waktu 6 jam saja di lokasi. Waktunya bisa cepat karena setiap bangunan sudah dicetak per parts-nya oleh mesin printer 3D. Setiap parts bangunan hanya perlu diangkut dan di rangkai pada lokasi, jadi kerjanya lebih cepat!
Nih, ada video-nya kalau mau lihat proses pembangunan Stasiun Hatsushima ini!
Proyek Bangunan Printer 3D di Jepang yang Berhasil
Sebelum keberhasilan proyek stasiun printer 3D di Prefektur Wakayama, proses pembangunan dengan mesin printer 3D hanyalah konsep belaka. Contoh saja prototype bernama 3dpod Pavilion yang dibangun oleh Obayashi Corporation pada tahun 2023. Kalau mau cek, silahkan datang ke area Technical Research Institute perusahaan ini di Kiyose, Tokyo.
Di tahun 2023 bangunan rumah sederhana oleh perusahaan startup Jepang, Serendix juga dibangun. Mereka membangun dengan manfaatkan teknologi konstruksi printer 3D untuk proses beton dan semen. Sedangkan para pekerja konstruksi hanya perlu memasang pondasi serta rangka beja bangunan. Kombinasi kinerja tersebut mampu menghasilkan rumah dengan konsep Barnacle atau Fujitsubo dalam waktu 44 jam saja!
Untuk bangunan printer 3D yang proyeknya berhasil dibangun setelah Stasiun Hatsushima, ada satu bangunan yang unik yaitu Lib Earth House model B. Bangunan ini dibuat oleh perusahaan Lib Work.Co pada tahun Oktober 2025 lalu. Perusahaan ini membangun konsep bangunan yang sebagian besar bahannya adalah tanah yang diolah khusus dan dibentuk oleh printer 3D. Bangunan ini sekarang bisa kamu kunjungi di Yamaga, Prefektur Kumamto.
Apakah ke Depannya Akan Lebih Banyak Bangunan Printer 3D di Jepang?
Semua bangunan tersebut menandakan bangunan printer 3D di Jepang sudah mulai diimplementasikan. Di masa mendatang akan lebih banyak bangunan seperti ini! Konsep bangunan dengan mesin printer 3D akan membantu situasi kurang tenaga kerja di Jepang.
Menggunakan mesin ini, proses kerja tidak lagi membutuhkan banyak orang. Namun, bangunan yang dibuat dengan teknologi ini masih kurang fleksibel. Hanya arsitek dan teknik sipil tertentu saja yang bisa desain bangunan menggunakan teknologi terbaru ini. Ke depannya, jika makin banyak ahli bangunan memahami konsep bangunan printer 3D, pasti Jepang akan tumbuh dari segi teknologi konstruksi!
Semoga pada tahun-tahun berikutnya penggunaan bangunan printer 3D di Jepang menjadi lebih umum. Kalau bisa menggunakan robot, industri konstruksi di Jepang yang kekurangan tenaga kerja akan terbantu. Penggunakan teknologi printer 3D ini bukan menggantikan pekerja konstruksi, tapi dipastikan membantu produktivitas kebutuhan bangunan di Jepang!
Kredit Gambar: Wikipedia





