🌐

PT Saitama Juara Mendunia

Benarkah Jepang Butuh 639.000 Pekerja per Tahun? Berikut Fakta Krisis Tenaga Kerja di Jepang!

Benarkah Jepang Butuh 639.000 Pekerja per Tahun? Berikut Fakta Krisis Tenaga Kerja di Jepang!

Jepang butuh 639.000 pekerja per tahun dan angka ini membuka peluang besar bagi anak muda Indonesia untuk berkarya di sana. Namun, kesempatan besar tersebut tidak berarti semua orang bisa langsung berangkat tanpa persiapan.

Kemampuan bahasa, keterampilan kerja, sertifikasi, dan jalur keberangkatan resmi akan semakin menentukan siapa yang mampu mengambil kesempatan ini.

Jepang Kekurangan Tenaga Kerja dalam Jumlah Besar

Angka Jepang butuh 639.000 pekerja per tahun disampaikan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, saat berada di Tokyo pada 19 Agustus 2025. Tentunya data ini masih relevan di tahun 2026 ini!

Menurut Karding, kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan tenaga kerja Jepang dari berbagai negara. Jika Indonesia mampu mengisi sekitar 10 persen saja, Indonesia berpotensi menempatkan sekitar 63.000 pekerja setiap tahun.

Namun, angka tersebut bukan berarti Jepang telah menyediakan kuota 639.000 khusus untuk Indonesia. Angka ini lebih tepat dilihat sebagai gambaran besarnya kebutuhan tenaga kerja yang sedang terbuka di Jepang. Di sinilah peluang Indonesia untuk mengambil bagian bisa terus berkembang.

Peluang Kerja Tidak Hanya Ada di Pabrik

Selama ini, banyak masyarakat Indonesia masih membayangkan kerja di Jepang identik dengan pabrik atau manufaktur. Padahal, kebutuhan tenaga kerja Jepang jauh lebih beragam.

Pemerintah Indonesia pada Agustus 2025 juga membahas perluasan penempatan PMI di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan melalui skema Specified Skilled Worker atau SSW. Dalam keterangan KemenP2MI, dari 10.181 penempatan PMI di Jepang sepanjang 2025, sekitar 3.400 orang bekerja di sektor pertanian dan perikanan.

Sektor konstruksi juga menjadi salah satu bidang yang terus dibahas dalam kerja sama Indonesia dan Jepang.

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga mendorong peluang di bidang care worker dan keperawatan yang menjadi sektor penting bagi Jepang.

Artinya, peluang kerja di Jepang kini semakin beragam dan tidak lagi hanya bergantung pada satu jenis pekerjaan.

Indonesia Bisa Mengirim Lebih Banyak Pekerja

Potensi Indonesia sebenarnya bisa menjadi lebih besar dari jumlah penempatan saat ini. Salah satu langkah yang sedang didorong pemerintah adalah perluasan skema SSW. Menteri Karding pada 13 Agustus 2025 menyampaikan bahwa bonus demografi Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang yang sedang menghadapi masalah penuaan penduduk.

Namun, jumlah pekerja yang dikirim tidak bisa hanya ditentukan oleh banyaknya anak muda Indonesia. Perusahaan Jepang membutuhkan pekerja yang siap bekerja dan memenuhi standar bidang masing-masing.

Karena itu, kemampuan bahasa Jepang dan sertifikasi keterampilan menjadi modal yang semakin penting.

Bahasa Jepang Jadi Kunci Persaingan

Dalam pernyataannya di Tokyo, Menteri Karding secara khusus menekankan bahwa calon pekerja harus berangkat secara prosedural, terlatih, bersertifikat, dan menguasai bahasa Jepang. Hal ini masuk akal!

Semakin baik kemampuan bahasa dan keterampilan calon pekerja, semakin besar kemungkinan mereka dapat mengakses lebih banyak jenis pekerjaan di Jepang.

Pemerintah Indonesia dan Jepang bahkan telah membahas penguatan pelatihan bahasa serta peningkatan kuota pekerja migran Indonesia. Pertemuan KemenP2MI dengan Kementerian Kehakiman Jepang pada Agustus 2025 secara khusus membahas kemungkinan peningkatan kuota PMI dan pengembangan fasilitas pelatihan bahasa.

Ini menunjukkan bahwa Jepang butuh tenaga kerja WNI lebih banyak bukan sekadar angan-angan, tetapi peluangnya tetap bergantung pada kesiapan tenaga kerja Indonesia sendiri.

Persiapan Dini Bisa Menentukan Masa Depan

Kesempatan kerja ke Jepang mungkin semakin besar, tetapi persaingan juga akan semakin ketat. Anak muda Indonesia yang mulai belajar bahasa Jepang lebih awal, mengambil sertifikasi, dan mempersiapkan keterampilan kerja memiliki waktu lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan perusahaan Jepang.

Jadi, jangan hanya melihat angka besar sebagai alasan untuk buru-buru berangkat. Lebih penting untuk melihatnya sebagai kesempatan mempersiapkan diri sejak sekarang.

Pada akhirnya, Jepang butuh 639.000 pekerja per tahun memang menjadi peluang besar, tetapi jumlah pekerja Indonesia yang berhasil mengambil kesempatan tersebut akan sangat bergantung pada kualitas persiapan SDM Indonesia.

Kalau ingin memanfaatkan peluang ini, pastikan ikut pelatihan mulai dari sekarang. LPK Saitama dan Ayaka Jossei Center siap melayani!

Kredit Gambar: Alexandre Valdivia/Unsplash

Indonesia Akan Perkuat Kerja Sama Pengadaan Tenaga Kerja Perikanan Jepang, Siapa yang Mau Ikut?

Indonesia Akan Perkuat Kerja Sama Pengadaan Tenaga Kerja Perikanan Jepang, Siapa yang Mau Ikut?

Pemerintah Indonesia mengakui akan perbanyak pengadaan tenaga kerja perikanan Jepang. Info ini makin kuat dengan bukti bentuk kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Japan International Cooperation Agency.

Kerja sama ini menguntungkan dua belah pihak karena WNI yang bekerja di Jepang dapat upgrade skill. Sedangkan pihak Jepang dapat terbantu memenuhi tenaga kerja periakanan mereka.

Kerja Sama Demi Kebutuhan Indonesia dan Jepang

Pemberitaan kerja sama ini bermula dari kunjungan ahli JICA ke Jakarta pada 30 Maret 2026, yang sekaligus menjadi titik awal pengembangan proyek strategis antara kedua pihak. Perwakilan Indonesia dan Jepang sudah berdiskusi panjang dan akhirnya menghasilkan bentuk kerja sama ini.

Indonesia menyatakan kesiapan menjadi mitra yang andal. Pihak pemerintah berjanji akan menyediakan tenaga kerja terampil dan tersertifikasi sesuai kebutuhan industri. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Rekrut Calon Tenaga Kerja Perikanan untuk ke Jepang Akan Dilakukan

Besar kemungkinan kedepannya akan diadakan seleksi bagi para peserta yang mau mengisi job perikanan Jepang. Seleksi inilah yang nantinya menyaring individu terampil, tersertifikasi dan teruji sebelum diarahkan bekerja ke Jepang.

Diharapkan dengan kerja sama Indonesia Jepang ini, relasi kedua negara makin dekat soal tenaga kerja. Banyak WNI bermimpi bisa kerja ke Jepang. Sedangkan Jepang memang butuh tenaga kerja untuk mengisi berbagai posisi di industri-nya. Kesempatan kerja bagi WNI bisa lebih besar jika relasi dua negara dekat. Selain itu, relasi ini bisa membuka pintu program-program ke Jepang yang terjamin oleh kedua negara ini!

WNI kerja perikanan di Jepang tidak sekedar cari uang nantinya. Diharapkan program ini membantu meningkatkan kapasitas SDM Indonesia. Standar tenaga kerja di Jepang sangat berbeda dengan Indonesia. Makanya, WNI yang mau kerja serius di Jepang wajib punya sertifikat bahasa Jepang dan juga sertifikat skill perikanan. Dua aspek inilah yang membedakan pekerja Indonesia dan Jepang.

Kalau di Indonesia, bekerja di perikanan gak harus pakai sertifikat. Selama bisa kerja, ya silahkan ambil job tersebut. Kalau tenaga kerja perikanan Jepang, mereka harus mampu menunjukan skill dan kemampuan dalam bentuk sertifikat yang sudah terstandar. Hanya mereka yang sudah teruji bisa bekerja di sektor perikanan tersebut.

Kedepannya bagi yang mau kerja perikanan di Jepang, kamu bisa ikut program kerja sama dari Indonesia Jepang ini. Kerja sama ini katanya mencakup penyediaan fasilitas pembelajaran modern, kehadiran tenaga ahli sebagai pelatih dan juga pengajar bahasa Jepang. Nanti ada juga pelatihan yang dilakukan langsung di Jepang.

Program kerja sama akan berlangsung selama tiga tahun dan dilaksanakan di institusi pendidikan dan pelatihan perikanan di Indonesia yang terpilih. Contoh lokasi yang dijadikan acuan adalah Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Karwang.

Jangan Lewatkan Kesempatan Kerja ke Jepang!

Terbukannya pintu baru ini adalah kesempatan bagi banyak WNI muda. Sebelumnya, kerja sama seperti Program IM Japan sudah membantu kirim orang Indonesia ke Jepang sejak 1993. Sekarang ada program baru lagi yang spesifik untuk kelautan dan perikanan. Semoga kerja sama soal tenaga kerja perikanan Jepang ini menghasilkan untuk bagi lebih banyak WNI!

Kredit Gambar: Yanhao Fang/Unsplash