🌐

PT Saitama Juara Mendunia

Sudah Siapkah Warga Hadapi Musim PHK Masal di Indonesia?

Sudah Siapkah Warga Hadapi Musim PHK Masal di Indonesia?

Kondisi bekerja di Indonesia tidak baik-baik saja karena sekarang. Musim PHK masal di Indonesia makin terasa. Berita tentang pabrik-pabrik besar yang sebelumnya jaya, berencana kurangi banyak jumlah buruh di dalamnya.

Apa jadinya kalau ribuan orang jika tiba-tiba kehilangan pekerjaan dalam waktu bersamaan? Apakah ini sekadar badai sesaat, atau justru tanda bahwa dunia kerja Indonesia lagi krisis besar?

Berdasarkan beirta yang media Indonesia, sejak September sampai November 2025, gelombang PHK massal makin terasa nyata di Indonesia. Tak lagi cuma isu muncul di kalangan perusahaan pabrik kecil, tapi langsung menghantam berbagai sektor seperti farmasi, manufaktur, hingga industri rokok.

Para pekerja yang selama ini bergantung pada upah bulanan tiba-tiba harus berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi. Berita PHK ini terus muncul dan menjadi peringatan bagi warga Indonesia bahwa kondisi ekonomi tidak sedang baik-baik saja.

Memang secara nasional, kondisi ekonomi Indonesia stabil. Sayangnya, saat dilihat lebih dekat, banyak perusahaan dan industri sedang diterjang badai kuat. Masalah mereka tidak mudah karena berhubungan dengan kondisi ekonomi global yang makin tidak pasti saat ini.

Salah satu kasus paling mencolok terjadi di PT Indofarma Tbk (INAF). Perusahaan farmasi ini mem-PHK 413 karyawan pada 15 September 2025 agar operasional tetap efisien. Bedasarkan kabar terkini hanya tersisa 3 karyawan setelah restrukturisasi tersebut.

Di saat yang sama, sektor rokok juga terancam melakukan PHK besar-besaran karena regulasi ketat dan penurunan permintaan. Ribuan pekerja di Jawa Timur mulai resah karena potensi gelombang PHK makin besar. Kondisi sekarang sedang sulit cari kerja, jika kena PHK, para buruh rokok ini mau dapat pemasukan dari mana?

Kasus PHK lain terjadi di sektor manufaktur ban. PT Multistrada Arah Sarana Tbk, yang berada di bawah Michelin, merencanakan PHK terhadap lebih dari 200 pekerja pabrik di Cikarang. Alasannya? Penurunan permintaan pasar, turunnya output produksi, dan ketatnya persaingan global. Data PMI manufaktur juga menunjukkan perlambatan, menambah bukti bahwa ekonomi sedang tidak baik-baik saja.

Kalau gelombang PHK ini nggak segera ditangani, dampaknya bisa merembet: daya beli turun, angka pengangguran naik, dan kepercayaan konsumen ambruk. Ini bukan cuma soal kehilangan pekerjaan, tapi soal arah ekonomi kita ke depan.

Menghadapi kondisi seperti ini, warga Indonesia harus benar-benar menyiapkan diri. Perbaikan ekonomi Indonesia memang sedang terjadi, tetapi tidak semua aspek dapat diperbaiki seketika. Aspek pengangguran adalah salah satunya.

Maka dari itu, sangat disarankan mencari lapangan kerja lebih subur seperti di Jepang. Menjadi buruh di Jepang akan mendapatkan pendapatan lebih besar daripada jadi buruh di Indonesia. Mengisi lapangan kerja dengan skill pada industri sama pasti lebih mudah. Para buruh yang mau upgrade diri dengan belajar bahasa Jepang pasti bisa.

Mari bersama naikan standar hidup dengan bekerja ke Jepang. Jangan sampai musim PHK di Indonesia menjadikan kamu korban. Cobalah cari solusi kerja aman sekarang dengan berankat ke Jepang!

Kredit Gambar: Vitaly Gariev/Unsplash